Info Penting
Home / Widya Iswara / Wendhie Prayitno, MT / PENINGKATAN MUTU GURU MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

PENINGKATAN MUTU GURU MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

 

 

PENINGKATAN MUTU PENDIDIK MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

BAGI GURU KELAS/MATA PELAJARAN

oleh

Wendhie Prayitno, S.Kom , MT

Widyaiswara LPMP D.I.Yogyakarta

[email protected]

Abstrak

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan penilaian kinerja guru yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Selain hal tersebut penilaian kinerja guru juga untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.

Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya, maka penilaian kinerja guru harus dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Hasil penilaian kinerja guru dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi lebih cepat direalisasikan.

Kata Kunci : Peningkatan Kompetensi Guru, Penilian Kinerja Guru.

A. Pendahuluan

Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan sebagai tenaga pendidik profesional yang mempunyai tugas pokok, fungsi, dan peran sangat penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu aktif berpartisipasi dalam upaya mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Dapat dikatakan bahwa kemajuan suatu dan negara, sebagian besar ditentukan melalui pendidikan oleh guru. Oleh sebab itu, kemampuan seorang guru sebagai profesi pendidik perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan evaluasi atau penilaian terhadap kinerja guru yang menjamin dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas pula di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, atau hanya untuk mencari-cari kesalahan/kelemahan guru kemudian diberikan sangsi atau vonis hukuman, tetapi sebaliknya penilaian kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Selain hal tersebut penilaian kinerja guru juga memiliku maksud untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya dengan memperbaiki segala kekurangan dan kelemahannya melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.

Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya, maka penilaian kinerja guru harus dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Guru dimaksud tidak terbatas pada guru yang bekerja di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga mencakup guru yang bekerja di satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, baik guru Negeri maupun Swasta.

Hasil penilaian kinerja guru dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi diri guru dan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru itu sendiri dan penyelenggara pendidikan baik di tingkat Satuan Pendidikan maupun Pemerintah Daerah/Pusat. Hasil penilaian kinerja guru juga merupakan dasar pemberian penghargaan terhadap prestasi guru dalam mengembangankan pembelajaran dengan digunakan sebagai penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi lebih cepat direalisasikan.

B. Konsep Penilaian Kinerja Guru (PKG)

Penilaian kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama sebagai guru dalam upaya pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatan seorang guru (Permeneg PAN dan Rb No. 16 Tahun 2009).

Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisah-pisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya yang meliputi kompetensi Pedagogik, Sosial, kepribadian dan Profesional. Kompetensi yang harus dikuasai guru tersebut seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Penguasaan dan penerapan kompetensi sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran, pembimbingan peserta didik, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan yang sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. Untuk itu, perlu dikembangkan sistem penilaian kinerja guru yang tersistematis

Sistem penilaian kinerja guru merupakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh para pakar pendidikan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dalam hal pengelolaan kinerja terhadap kinerja guru. Sistem penilaian kinerha guru didesain untuk mengevaluasi tingkatan kinerja guru secara individu dalam rangka mencapai kinerja guru yang maksimal dan optimal serta menjadikan guru yang professional dan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, sehingga berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik. Sistem penilaian kinerja guru yang dikembangkan merupakan bentuk penilaian yang sangat penting untuk mengukur kinerja guru dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai bentuk akuntabilitas sekolah dan memiliku tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi seorang guru, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah;menyajikan suatu landasan untuk pengambilan keputusan dalam mekanisme penetapan efektif atau kurang efektifnya kinerja guru, menyediakan landasan untuk program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya serta mempertahankan sikap-sikap yang positif dalam mendukung pembelajaran peserta didik untuk mencapai prestasinya dan menyediakan dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir guru serta bentuk penghargaan lainnya.

Dalam konteks peraturan menteri yang mengatur tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, penilaian kinerja guru memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk menilai unjuk kerja (kinerja) guru dalam menerapkan semua kompetensi yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah serta menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah pada tahun penilaian kinerja guru dilaksanakan.

Hasil penilaian kinerja guru bagi guru bermanfaat sebagai bahan evaluasi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan guru dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai pendidik, sehingga guru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensinya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan  dan profesionalitas guru melalui program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Sedang hasil penilaian kinerja guru bagi satuan pendidikan bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik dan profesional diterapkan dalam pembelajaran siswa di sekolah,sehingga sekolah dapat menyusun program kerja melalui rencana kerja sekolah yang terkait dengan peningkatan kompetensi guru yang dapat diselenggarakan di tingkat sekolah.

Sejak awal sistem penilaian kinerja guru dikembangkan bertujuan meningkatkan kualitas guru dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai tenaga pendidik bukan untuk mencari kesalahan-kesalahan guru sehingga diberikan sangsi atau hukuman.

Dengan adanya penilaian kinerja guru, maka akan selalu dilakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru..

 

 

 

 

 



Gambar. Bagan Tujuan Penilaian Kinerja Guru

C. Aspek-aspek dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG)

Guru sebagai tenaga pendidik yang professional, mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Hal ini tertuang dalam peraturan-peraturan yang berlaku yang dikeluarkan pemerintah seperti dalam Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 tentang Guru, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi RB No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Selain tugas utama tersebut, guru juga dimungkinkan memiliki tugas-tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dikatakan sebagai tugas tambahan guru baik tugas tambahan yang mengurangi jam mengajar seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium/Bengkel dan Kepala Program Studi/Keahlian, maupun yang tidak mengurangi jam mengajar seperti Wali Kelas, Kepanitian, Koordinator Kegiatan dan sebagainya.

Aspek-aspek yang dinilai dalam sistem penilaian kinerja guru terutama guru kelas/mata pelajaran merupakan aspek-aspek yang meliputi tugas utama dan gungsi sebagai guru yang meliputi Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran yang Aktif dan Efektif dan Penilaian Pembelajaran. Dalam setiap aspek yang terdiri tugas utama guru itu, dalam masing-masing terdiri atas beberapa indikator kinerja guru. Tiap-tiap indikator kinerja guru diberikan nilai indikator melalui penskoran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Berikut beberapa indikator yang digunakan untuk penilaian kinerja guru :

Perencanaan Pembelajaran

1.

Guru memformulasikan tujuan  pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik peserta didik

2.

Guru menyusun  bahan ajar secara runut, logis, kontekstual dan mutakhir

3.

Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif

4.

Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran

Pelaksanaan Pembelajaran

5.

Guru memulai pembelajaran dengan efektif

6.

Guru menguasai materi pelajaran

7.

Guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif

8.

Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran

9.

Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran

10.

Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran

11.

Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif

Penilaian Pembelajaran

12.

Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik

13.

Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian  untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP

14.

Guru memanfatkan berbagai  hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan  bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya

 

Dalam penilaian kinerja guru, nilai akhir kinerja yang dihasilkan dikonversi menjadi kategori penilaian dan digunakan untuk menentukan nilai prosentase kinerja (NPK)

Nilai Prosentase Kinerja (NPK) yang diperoleh akan menentuka nperolehan Angka Kredit (AK) kinerja guru dalam satu tahun.

Hasil konversi nilai kinerja guru dapat dilihat pada tabel konversi nilai kinerja guru sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti pada tabel berikut di bawah ini :

 

Tabel Konversi Nilai Kinerja (Permenegpan & RB No.16 Tahun 2009)


Dari 14 indikator kinerja yang terdapat pada Dimensi Tugas Utama Guru tediri atas beberapa butir indikator pada masing-masing Indikator Kinerja, yang meliputi :

Dimensi Perencanaan Pembelajaran

Indikator

Butir Penilaian Indikator Kinerja

1. Guru memformulasikan tujuan  pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik peserta didik.

a. Tujuan pembelajaran dirumuskan  dan dikembangkan berdasarkan SK/KD yang akan dicapai.

b. Tujuan pembelajaran memuat gambaran proses dan hasil belajar yang dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajarnya

c. Tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik

2. Guru menyusun  bahan ajar secara runut, logis, kontekstual dan mutakhir.

a. Bahan ajar disusun dari yang sederhana ke kompleks, mudah ke sulit dan/atau konkrit ke abstrak sesuai dengan tujuan pembelajaran

b. Keluasan dan kedalaman bahan ajar disusun dengan memperhatikan potensi peserta didik (termasuk yang cepat dan lambat,motivasi tinggi dan rendah)

c. Bahan ajar dirancang sesuai dengan konteks kehidupan dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Bahan ajar dirancang dengan menggunakan sumber yang bervariasi (tidak hanya buku pegangan peserta didik)

3. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif

a. Strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai /kompetensi harus dikuasai peserta didik.

 

b. Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik

 

c. Strategi dan metode pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

 

d. Setiap tahapan pembelajaran diberi alokasi waktu secara proporsional dengan memperhatikan tingkat kompleksitas materi dan/atau kebutuhan belajar  peserta didik.

 

4. Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran.

a. Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih dapat dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai (misalnya buku, modul untuk kompetensi kognitif; media audio visual, Komputer untuk kompetensi keterampilan).

 

b. Sumber belajar/media pembelajaran termasuk TIK yang dipilih dapat memudahkan pemahaman peserta didik (misalnya lidi/sempoa digunakan untuk operasi hitung matematika, lampu senter, globe, dan bola untuk mengilustrasikan proses terjadinya gerhana).

 

c. Sumber belajar/media pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

 

Dimensi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran yang Aktif dan Efektif

Indikator

Butir Penilaian Indikator Kinerja

5. Guru memulai pembelajaran dengan efektif

a. Melakukan apersepsi

b. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam rencana kegiatan

6. Guru menguasai materi pelajaran

a. Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran.

b. Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan,  perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata .

c. Tingkat ketepatan pembahasan dengan materi pembelajaran.

d. Kemampuan menyajikan materi secara sistematis  (mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak)

7. Guru menerapkan pendekatan/ strategi pembelajaran yang efektif

a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

 

b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut

 

c. Menguasai kelas

 

d. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

 

e. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect)

 

f. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan

8. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran

a. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar/media pembelajaran

 

b. Menghasilkan pesan yang menarik

 

c. Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

9. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran

a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui interaksi guru, siswa, sumber belajar

 

b. Merespon positif partisipasi siswa

 

c. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa

 

d. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

 

e. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar

 

10. Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran

a. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

 

b. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

 

c. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

 

11. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif

a. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa

 

b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan

 

Dimensi Penilaian Pembelajaran

Indikator

Butir Penilaian Indikator Kinerja

12. Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik

a. Kesesuaian teknik dan jenis penilaian (tes lisan, tes tertulis, tes perbuatan) sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b. Alat tes dirancang untuk dapat mengukur kemajuan belajar peserta didik dari aspek kognitif, afektif dan/atau psikomotorik.

c. Rancangan penilaian portofolio peserta didik minimal 1 kali per semester.

d. Hasil analisis penilaian sebelumnya (UH, UAS, UN) digunakan  untuk keperluan program perbaikan (remedial,  pengayaan, dan/atau menyempurnakan rancangan dan/atau pelaksanaan pembelajaran)

13. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian  untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP

a. Menggunakan teknik penilaian otentik (kuis, pertanyaan lisan, pemberian tugas, dsb.) untuk memantau kemajuan belajar peserta didik.

b. Menggunakan teknik penilaian (ulangan harian, tengah semester, dan ulangan semester) disusun untuk mengukur hasil belajar peserta didik dalam aspek kognitif, afektif dan/atau psikomotor.

c. Menerapkan penilaian portofolio dalam bentuk berbagai tugas terstruktur

d. Menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi ajar sebagaimana disusun dalam RPP.

14. Guru memanfatkan berbagai  hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan  bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya

a. Menggunakan hasil analisis penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang mudah, sedang dan sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.

 

b. Menggunakan hasil penilaian untuk menyempurnakan rancangan dan/atau pelaksanaan pembelajaran

 

c. Melaporkan kemajuan dan hasil belajar peserta didik kepada orang tua, teman guru dan bagi peserta didik sebagai refleksi belajarnya.

 

d. Memanfaatkan hasil penilaian secara efektif untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, tantangan dan masalah potensial untuk peningkatan keprofesian dalam menunjang proses pembelajaran

 

 

D. Mekanisme Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru

Penilaian kinerja guru yang dilaksanakan di sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah atau Guru Senior (guru pembina) yang kompeten, telah mengikuti pelatihan penilaian dan ditunjuk oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah memiliki wewenang untuk menentukan seorang atau lebih guru yang dianggap senior, yang akan dijadikan sebagai tim penilai dalam kegiatan penilaian kinerja guru.

Penilaian kinerja yang dilaksanakan di sekolah, dilakukan sekali dalam rentang 2 semester (pada akhir semester ke 2) dan diawali dengan Evaluasi Diri (pada awal semester ke 1).

 

Bagan Periodisasi Rangkaian Kegiatan Penilaian Kinerja Guru

 


E. Penilaian Kinerja Guru sebagai dasar evaluasi diri guru

Hasil evaluasi diri guru yang dilengkapi dengan dokumen pendukung antara lain perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru yang bersangkutan  selanjutnya akan digunakan untuk menentukan profil kinerja guru dalam menetapkan apakah guru akan mengikuti program peningkatan kinerja untuk mencapai standar kompetensi profesinya atau kegiatan pengembangan kompetensi lebih lanjut.

Indikator-indikator kinerja yang dinilai menjadi dasar kompetensi yang harus diperbaiki atau ditingkatkan bagi guru.

Dengan melakukan evaluasi diri yang berdasarkan hasil penilaian kinerja, guru dapat memetakan kondisi kompetensi diri guru dengan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan guru terhadap kompetensi dalam ranah pedagogic dan professional.

Hasil evaluasi diri yang telah dibuat guru menjadi dasar bagi guru untuk melakukan upaya peningkatan kompetensi dengan melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) sesuai dengan kebutuhan.

Berikut contoh hasil penilaian kinerja guru.


NO

DIMENSI TUGAS UTAMA / INDIKATOR KINERJA GURU

NILAI KINERJA

I.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1.

Guru memformulasikan tujuan  pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan karakteristik peserta didik

2

2.

Guru menyusun  bahan ajar secara runut, logis, kontekstual dan mutakhir

2

3.

Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif

2

4.

Guru memilih sumber belajar/ media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran

3

II.

PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF DAN EFEKTIF

A.

Kegiatan pendahuluan

5.

Guru memulai pembelajaran dengan efektif

4

B.

Kegiatan inti

6.

Guru menguasai materi pelajaran

3

7.

Guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif

3

8.

Guru memanfaatkan sumber belajar/media dalam pembelajaran

3

9.

Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran

4

10.

Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran

4

C.

Kegiatan penutup

11.

Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif

3

III.

PENILAIAN PEMBELAJARAN

12.

Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik

2

13.

Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian  untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP

2

14.

Guru memanfatkan berbagai  hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan  bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya

3

TOTAL NILAI KINERJA GURU

40

 

Berdasarkan contoh hasil nilai PKG di atas, terdapat 5 (lima) indikator yang memiliki niali dibawah standar yaitu bernilai 2 (dua), sehingga pada indikator tersebut yang menjadi prioritas untuk dilakukan peningkatan atau perbaikan.


F. Penutup

Penilaian kinerja guru dilakukan untuk melihat kinerja guru dalam melaksanakan tugas utamanya, yaitu melaksanakan pembelajaran, pembimbingan dan/atau pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Hasil penilaian kinerja guru selanjutnya digunakan untuk membantu guru dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya pada kompetensi tertentu sesuai keperluan. Dengan demikian diharapkan guru akan mampu berkontribusi secara optimal dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik dan sekaligus membantu guru dalam pengembangan karirnya sebagai seorang yang profesional. Dengan demikian, penilaian kinerja guru merupakan bagian dari proses untuk meyakinkan semua pihak bahwa setiap guru adalah seorang yang profesional, dan peserta didik dapat memperoleh kesempatan terbaik untuk dapat berkembang sesuai kapasitas masing-masing.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


1. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional (2010). Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerga Guru (PK Guru). Jakarta.

2.Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2011). Peraturan Meneg PAN dan RB  No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jakarta.

3. Kementerian Pendidikan Nasional (2010). Peraturan Mendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jakarta.

4.Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2011). Peraturan Meneg PAN dan RB  No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jakarta.

 

Artikel Lain

PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

Post Views: 9,307   PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Oleh : Wendhie Prayitno Widyaiswara …