Info Penting
Home / Widya Iswara / Suharji, M.Pd / Pembelajaran Matematika

Pembelajaran Matematika

Oleh:Drs Suharji, M.Pd

Widyaiswara LPMP D.I. Yogyakarta

Abstrak

Pendidikan  nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab sesuai UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pembelajaran matematika memiliki tujuan: (1). melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikian, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi. (2). mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba. (3).mengembangkan kemampuan memecah kan masalah. (4). mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, peta, dan diagram.

Strategi mengembangkan rancangan pembelajaran matematika berbasis kompetensi, yaitu: apa yang akan diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan bagaimana cara mengetahui bahwa apa yang diajarkan dapat dipahami oleh siswa. Hal pertama berkaitan dengan tujuan dan materi apa yang akan diajarkan, dan yang kedua berkaitan dengan pendekatan, metode,  dan media pembelajaran. Sedangkan yang ketiga berkaitan dengan sistem pengujian/evaluasi. Proses pencapaian kompetensi dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Pengalaman belajar dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Baik pembelajaran tatap muka maupun pengalaman belajar, dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Untuk itu, pembelajarannya dilakukan dengan metode yang bervariasi.

Pembelajaran konstruktivisme yang diambil adalah : (1). pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri baik secara personal atau sosial, (2). pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari guru ke siswa, kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar, (3). Siswa aktif mengkonstruksi terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju kekonsep yang lebih rinci, lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah, (4). guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksisiswa berjalan mulus.

Kata Kunci: Pembelajaran, Strategi, Kontruktivisme, matamatika

Read More

Artikel Lain

Peningkatan Kemampuan Guru Matematika

Post Views: 997 Peningkatan Kemampuan Guru Matematika Dalam Melaksanakan Penilaian Berbasis Kelas Melalui Pendampingan Penjaminan …