Profil LPMP D.I Yogyakarta

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Era globalisasi membuat dunia menyusut, dimana batas, ruang dan waktu bukan lagi hambatan (borderless, spaceless and timeless). Informasi, dan yang lebih luas, komunikasi yang benar, cepat dan up todate lantas menjadi tuntutan masyarakat yang makin dinamis. Dan pemikiran-pemikiran inilah yang menjadi awal spirit kami untuk mengusung website LPMP Jogjakarta.

Peran LPMP yang makin besar sesuai PP No.19 Tahun 2005 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 37 tahun 2012, mendorong kami lebih aktif, responsive dan inovatif dalam menciptakan dan mensosialisasikan program-program penjaminan mutu pendidikan.Melalui media ini, LPMP Jogjakarta berharap dapat lebih siap berkiprah dalam mengimplementasikan
kebijakan dalam rangka penjaminan mutu pendidikan, pada tingkat satuan pendidikan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, Februari 2013
Kepala LPMP D.I. Yogyakarta,

 

SEJARAH LPMP D.I YOGYAKARTA

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/O/2003 tanggal 4 Juli 2003 yang merupakan perubahan dari Balai Penataran Guru (BPG) Yogyakarta. Sedangkan BPG Yogyakarta sendiri sebelumnya juga merupakan alih fungsi dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Seiring dengan dihapuskannya SPG di seluruh Indonesia, SPG Negeri Bogem Sleman Yogyakarta kemudian difungsikan menjadi Balai Penataran Guru. Fungsi dan peranan BPG Yogyakarta ditetapkan dengan keputusan Mendikbud Nomor 0240a/0/1991, tanggal 2 Mei 1991 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Penataran Guru.


Sejalan dengan perkembangan jaman dan tuntutan akan peningkatan mutu pendidikan, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional melakukan restrukturisasi, dimana Balai Penataran Guru di seluruh Indonesia dialihfungsikan menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Hal ini ditandai dengan turunnya SK Mendiknas Nomor 087/O/2003 tanggal 4 Juli 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan. Selanjutnya rincian tugas LPMP diatur dalam SK Mendiknas Nomor 044/O/2004 tanggal 14 Mei 2004. LPMP mempunyai tugas menjadi penjamin mutu pendidikan dasar dan menengah di provinsi sesuai dengan kebijakan nasional. Selanjutnya mulai tanggal 13 Februari 2007, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 07 Tahun 2007 Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan direfungsionalisasi menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Refungsionalisasi tersebut dimaksud untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat secara nasional sesuai dengan standar nasional pendidikan.


Pada awal berdirinya, LPMP merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat yang berada di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah yang secara teknis dikoordinasikan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan. Selanjutnya sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2005 tanggal 26 Desember 2005 disebutkan bahwa LPMP berada dibawah Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Tahun 2010 LPMP berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMP dan PMP).


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 37 Tahun 2012 yang kemudian dirubah dengan Permendikbud Nomor 16 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) LPMP merevisi tugas pokok dan fungsi LPMP yang meliputi pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah di provinsi.  


Visi

Menjadi lembaga penjaminan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah yang berstandar nasional dan berwawasan global.


Misi

  1. Memfasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP);
  2. Melakukan pemetaan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan;
  3. Mengembangkan dan mengelola sistem informasi mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan;
  4. Melakukan supervisi satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan;
  5. Melakukan pengkajian dan pengembangan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan;
  6. Memfasilitasi sumberdaya pendidikan bagi satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan;
  7. Memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dasar, menengah, dan kesetaraan;
  8. Memfasilitasi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan.

 

Kedudukan

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) berada di setiap provinsi di seluruh Indonesia, dan merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. LPMP dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

Tugas

LPMP mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.


Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, LPMP menyelenggarakan fungsi:

  • Pemetaan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah;
  • Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah;
  • Supervisi satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional;
  • Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan;
  • Pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan
  • Pelaksanaan urusan administrasi LPMP

 

Struktur Organisasi

 

Kebijakan Mutu

Manajemen dan staf Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) D.I.Yogyakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya bertekad mencapai kinerja yang terbaik, dengan:
1.    Mengedepankan kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan (interested parties);
2.    Mematuhi ketentuan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berlaku;
3.    Melakukan pemetaan mutu pendidikan di daerah;
4.    Melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan di daerah;
5.    Melakukan supervisi satuan pendidikan dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional;
6.    Melaksanakan fasilitasi satuan pendidikan dalam penjaminan mutu pendidikan;
7.    Melaksanakan urusan administrasi lembaga;
8.    Melakukan perbaikan di segala bidang secara berkesinambungan.


Sasaran Mutu

  1. Tersedianya hasil pemetaan mutu dan supervisi pendidikan di 5 kabupaten/kota minimal 95% dari sasaran yang ditetapkan.
  2. Tersedianya 98% data dan informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) 5 kabupaten/kota yang terupdate.
  3. Tersusunnya 95% laporan evaluasi terhadap narasumber dan penyelenggaraan diklat.
  4. Tersusunnya bahan ajar pada setiap penyelenggaraan diklat yang telah diprogramkan lembaga, sebesar 100%.
  5. Terlaksananya evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan program kegiatan lembaga, sebesar 85%.
  6. Terciptanya kedisiplinan pegawai dengan tingkat kehadiran rata-rata 90% dari jumlah jam kerja untuk setiap pegawai.
  7. Tercatatnya 98% barang milik negara ke dalam SIMAK BMN.
  8. Tercatatnya 95% keluhan peserta diklat yang menginap beserta tindak lanjutnya.
  9. Terarsipnya 90% surat keluar oleh kelompok kerja Tata Usaha dan Dokumentasi.
  10. Terarsipnya 90% bukti kemitraan lembaga oleh kelompok Humas dan Protokoler.
  11. Terciptanya kedisiplinan pegawai dalam pengembalian buku perpustakaan dalam kondisi baik, sebesar 90%.