Info Penting
Home / Widya Iswara / Wendhie Prayitno, MT / EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

 

EVALUASI PEMBELAJARAN

BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

Wendhie Prayitno

Widyaiswara Muda

LPMP D.I.Yogyakarta

PENDAHULUAN

Kecepatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah tidak bias dibendung lagi. Dunia pendidikan merupakan salah satu yang paling diuntungkan dengan adanya  kemajuan TI yang sangat cepat ini, karena memperoleh manfaat yang luar biasa. Mulai dari eksplorasi sumber belajar berupa materi-materi pembelajaran berkualitas seperti literatur, jurnal, dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai konsultasi/diskusi dengan para pakar di dunia, semua itu dapat dengan mudah dilakukan dan tanpa mengalami sekat-sekat karena setiap individu dapat melakukannya sendiri. Dampak yang sedemikian luas tersebut telah memberikan warna atau wajah baru dalam sistem pendidikan dunia khususnya pendidikan di Indonesia, yang dikenal dengan berbagai istilah e-learning, distance learning, online learning, web based learning, computer-based learning, dan virtual class room, dimana semua terminologi tersebut mengacu pada pengertian yang sama yakni pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Bagi negara-negara maju, pendidikan berbasis TIK bukan hal yang baru lagi. Mereka telah terlebih dulu dan lebih maju dalam menerapkan berbagai teknik dan model pendidikan berbasis TIK. Indonesia masih tergolong baru dalam menerapkan sistem ini. Sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar banyak atas keberhasilan dan kegagalan mereka sehingga penerapan pendidikan berbasis TIK di Indonesia menjadi lebih terarah. Sebagai pemula, Pemerintah Indonesia sudah termasuk cepat dalam menanggapi kebutuhan dunia pendidikan terhadap perkembangan TIK. Sebagai contoh, pada pendidikan tinggi (kampus), ketersediaan internet kini semakin meluas, mulai tersedia teknologi video conference, yang semuanya itu memberikan penguatan pada proses belajar mengajar dikampus. Demikian juga pada pendidikan dasar, menengah dan kejuruan, Pemerintah telah membangun situs pembelajaran e-dukasi.net, penyediaan jardiknas merupakan wujud nyata langkah pemerintah dalam membangun e-education pada dunia pendidikan di tanah air. Bahkan saat ini hamper setiap pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota berlomba-lomba mengembangkan situs-situs layanan pendidikan khususnya penyediaan materi-materi pembelajaran.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membentuk sebuah jaringan yang dapat memberi kemungkinan para peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan atau bahan ajar.

Saat ini teknologi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multimedia yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh peserta diklat. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi perkuliahan yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.

Perkembangan teknologi dan informasi yang dimanfaatkan bagi dunia pendidikan bahkan tidak sekedar sebagai sumber belajar bagi pembelajaran, bahkan digunakan untk melakukan aktivitas evaluasi-evaluasi dalam pembelajaran baik evaluasi yang sifatnya sebagai latihan-latihan soal maupun yang sifatnya sebagai evaluasi resmi (ujian).

PEMBAHASAN

EVALUASI PEMBELAJARAN

Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan.

Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan

Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.

Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.

Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dan sumatif. Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcom. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan.

Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran

A. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi :

1. Evaluasi diagnostik

Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.

2. Evaluasi selektif

Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.

3. Evaluasi penempatan

Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.

4. Evaluasi formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

5. Evaluasi sumatif

Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa.

B. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran :

1. Evaluasi konteks

Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan

2. Evaluasi input

Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.

3. Evaluasi proses

Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.

4. Evaluasi hasil atau produk

Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

5. Evaluasi outcome atau lulusan

Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yankni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.

C. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran :

1. Evaluasi program pembelajaran

Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain.

2. Evaluasi proses pembelajaran

Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara proses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

3. Evaluasi hasil pembelajaran

Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.

D. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi

Berdasarkan objek :

1. Evaluasi input

Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian, sikap, keyakinan.

2. Evaluasi transformasi

Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran antara lain materi, media, metode dan lain-lain.

3. Evaluasi output

Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.

Berdasarkan subjek :

1. Evaluasi internal

Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru.

2. Evaluasi eksternal

Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya orang tua, masyarakat.

KONSEP PENILAIAN BSNP

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Penilaian adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik.

Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi yaitu pengambilan keputusan terhadap ketuntasan belajar siswa dan efektivitas proses pembelajaran dengan alat pengukuran maupun non pengukuran.

Proses pengukuran dan non pengukuran untuk memperoleh data karakteristik peserta didik dengan aturan tertentu disebut dengan assesment.

Hasil pengukuran akan selalu berupa angka-angka atau data numerik, sedangkan hasil non pengukuran akan berupa data kualitatif. Informasi tersebut dapat digunakan oleh pendidik untuk berbagai keperluan pembelajaran diantaranya adalah : (1) Menilai kompetensi peserta didik; (2) Bahan penyusunan laporan hasil belajar; (3) Landasan memperbaiki proses pembelajaran.

PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN

a. Mendidik

Proses penilaian hasil belajar harus mampu memberikan sumbangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar peserta didik (dapat memberikan umpan balik dan motivasi)

b. Terbuka atau Transparan

Prosedur penilaian, kriteria penilaian ataupun dasar pengambilan keputusan hasrus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait secara obyektif

c. Menyeluruh

Penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai dari ranah pengetahuan kognitif, keterampilan psikomotor, sikap dan nilai afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

d. Terpadu dengan Pembelajaran

Dalam melakukan penilaian kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan kognitif, afektif dan psikomotor, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan setelah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi juga dalam proses pembelajaran.

e. Obyektif

Proses penilaian yang dilakukan harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan-pertimbangan subyektif dari penilai

f. Sistematis

Panilaian hasrus dilakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa

g. Berkesinambungan

h. Evaluasi harus dilaukan secara terus menerus sepanjang rentang waktu pembelajaran

i. Adil

Proses penilaian tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial ekonomi, agama, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit dan gender.

Memilih Teknik Penilaian

Secara garis besar, teknik penilaian dapat digolongkan  menjadi dua, yaitu penilaian melalui tes dan non tes. Guru di sekolah biasanya menggunakan teknik pertama, yaitu dengan tes. Dalam menentukan keakuratan perlu dipertimbangkan pemilihan teknik, yaitu tingkat akurasi dan kepraktisan penyusunan dalam setiap butir soal. Pemberian nilai dengan cara tes lebih mudah dibandingkan dengan non tes.

Gambar Bagan Teknik Penilaian dalam Evaluasi Pembelajaran


MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (e-Learning)

E-learning secara harafiah bisa didefinisikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang berbasis elektronik, yaitu dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet.

Glossary of elearning Terms (Glossary, 2001) menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa e-learning adalah sistem pendidikan yang mengggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer Standalone.

Banyak perubahan dengan sangat cepat tentang e-learning, sebelum kata “e-learning” menjadi popular banyak kata-kata pembelajaran yang telah digunakan dan masih tetap digunakan seperti terlihat dibawah ini :

· Pembelajaran jarak jauh (open distance learning)

· Pengajaran berbasis web (web based training)

· Pengajaran berbantuan komputer (computer based training)

· Pembelajaran secara online (online training)

E-learning merupakan  konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik tidak harus terikat dengan ruang kelas untuk mendapatkan atau menerima materi pelajaran dari pengajar serta juga dapat mempersingkat jadwal target pembelajaran.

Bentuk tes yang dapat dikembangkan dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

Tes Objective :

§ True – False (benar salah)

§ Multiple Choice (pilihan ganda)

§ Multi Select (pilihan ganda asosiasi)

§ Mathcing (menjodohkan)

Tes Non Objective :

§ Jumble exercise (menyusun huruf/kata)

§ Fill in the Blank (close activity) (melengkapi/jawaban singkat)

§ Crossword (teka-teki silang)

Berikut ini merupakan beberapa contoh software yang dikembangkan untuk pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi :

Commercial Software (dijual umum)

WebCT

Macromedia Authorware

Macromedia Flash

Knowledge Presenter

Free Software (bebas/tidak berbayar)

Hot Potatoes

eXe

Quiz Maker

Dll

Selain software-sofware tersebut di atas, terdaapt pula software-software untuk membuat tes interaktif, salah satunya adalah Hot Potatoes, Hot Potatoes, adalah freeware bagi pendidikan, dan mudah digunakan. Dalam aktivitas interaktifnya, hot potatoes menggunakan HTML dan Javascript, namun untuk menggunakan dan membuat tes, tidak perlu menguasai HTML dan Javascript.

Ada 6 tools di Hot Potatoes, yaitu :

§ JQuiz (question-based exercises)

§ JCloze (gapfill exercises)

§ JMatch (matching exercises)

§ JMix (jumble exercises)

§ JCross (crosswords)

§ The Masher (buildling linked units of material)

1. JQuiz

Dengan JQuiz kita dapat membuat soal interaktif :

a. Soal pilihan ganda (Multiple Choice Questions)

b. Soal isian singkat (Short Answer Question), jawaban diketik di kotak teks yang tersedia.

c. Soal gabungan dari pilihan ganda dan isian singkat (Hybrid Question), yaitu soal yang harus dijawab dengan mengisi kotak teks tetapi bila jawaban pertama salah maka muncul pilihan jawabannya.

d. Soal pilihan ganda majemuk (Multi-select Question), soal pilihan ganda yang mempunyai jawaban lebih dari satu.

2. JCross (Teka Teki Silang)

JCross digunakan untuk membuat bentuk soal Teka Teki Silang (TTS). Pengguna dapat mengisi kotak grid yang ada, ketik kata yang akan ditanyakan baik posisi mendatar atau turun. Setelah selesai, membuat pertanyaan yang berkaitan dengan kata – kata yang ditanyakan.

3. JCloze (Essay Melengkapi Kalimat)

JCloze digunakan untuk membuat soal essay melengkapi kalimat. Misalnya : ada bagian paragraf yang kosong yang perlu dilengkapi dengan sebuah kata sehingga menjadi paragraf yang sempurna.

4. JMix

JMix digunakan untuk membuat soal dalam bentuk acak kata (jumble word) dan acak kalimat (jumble sentence). Misal huruf – huruf acak disusuin menjadi sebuah kata yang bermakna.

5. JMatch

JMatch digunakan untuk membuat soal menjodohkan.

6. The Masher (Fasilitas Menggabungkan Beberapa Bentuk Soal)

The Masher digunakan untuk menggabungkan berbagai bentuk soal interaktif yang sudah kita buat. Akan tetapi fasilitas ini perlu registrasi kembali dan bayar, sehingga hanya dapat menggabungkan tiga kuis saja

Pengembangan Soal Tes dengan Hot Potatoes

Program Hot Potatoes sangat bagus digunakan untuk mengembangkan soal-soal tes atau evaluasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan mengggunakan Hot Potatoes, dapat dikembangkan soal-soal tes dalam berbagai bentuk seperti pilihan ganda, isian singkat, menjodohkan, melengkapi kalimat, teka teki silang dan sebagainya.

Pada program Hot Potatoes, pengembang soal tes dapat memanfaatkan kemampuan program dalam hal seperti :

§ bagaimana menambahkan intruksi/perintah

§ bagaimana memberi waktu (batasan waktu mengerjakan soal)

§ bagaimana agar siswa/peserta tes hanya diberi kesempatan 1 kali menjawab

§ bagaimana agar bisa membuat soal lebih dari 3 (karena kalau belum registrasi di hot potatoes, maks. 3 soal)

§ bagaimana menambah bacaan pada soal

§ bagaimana mengacak soal, atau dan jawaban.

§ Dan lain sebagainya


Gambar 1. Tampilan Awal Aplikasi Hot Potatoes


Gambar 2. Fungsi Menu pada Hot Potatoes


Membuat Soal Tes Pilhan Ganda

Pada program Hot Potatoes, dapat digunakan untuk membuat soal-soal tes atau evaluasi dalam bentuk Pilihan Ganda. Untuk membuat soal tes dengan bentuk pilihan ganda, pada Program Hot Potatoes dengan mengakses menu JQuiz.

Pada program Hot Potatoes khususnya pada menu JQuiz setelah diakses, maka pengembang dapat mengisikan kolom-kolom pada tampilan JQuiz seperti TITLE untuk menentukan Judul Kuis, Q untuk nomor Kuis dan soalnya serta pilihan jenis jawabannya (Multiple ChoiceShort AnswerHybridMulti Select). Kemudian dilanjutkan dengan membuat pilihan jawaban yang disertai Feedback serta menentukan kunci jawaban yang benar (Correct).

Gambar 3. Fitur-fitur program dalam membuat soal tes pilihan ganda

Membuat Soal Tes bentuk Jawaban Singkat

Pada program Hot Potatoes, selain dapat digunakan untuk membuat soal tes dalam bentuk pilihan ganda (Multiple Choice), juga dapat digunakan untuk membuat soal tes dengan bentuk Jawaban Singkat (Short Answer).

Pada program Hot Potatoes, fitur atau menu yang diakses untuk membuat soal tes dengan bentuk Jawaban Singkat pada prinsipnya sama dengan cara membuat soal dengan bentuk Pilihan Ganda. Hal yang membedakan yaitu pada pemilihan bentuk pilihan jawaban yang akan digunakan pada tampilan pembuatan soal (Multiple ChoiceShort AnswerHybridMulti Select). Pada pembuatan soal tes dengan bentuk Jawabn Singkat, dalam penentuan pilihan jawaban pada tampilan pembuatan soal dengan memilih pilihan Jawaban Singkat (Short Answer)

Gambar 4. Tampilan pembuatan soal tes Jawaban Singkat dengan Hot Potatoes

Hasil Pembuatan Soal Tes dengan Hot Potatoes

Setelah soal tes selesai dibuat, agar soal tes dapat diakses oleh peserta didik melalui jaringan computer baik jaringan local maupun internet, maka perlu dilakukan konversi hasil pembuatan soal dengan program Hot Potatoes kedalam bentuk program HTML.

Langkah melakukan konversi hasil kedalam bentuk HTML dengan mengakses menu File dan memilih sub Menu Create Web Page dengan format Standar.

Gambar 5. Konversi Hasil kedalam bentuk HTML

Kemudian setelah selesai dikonversi menjadi bentuk HTML, maka soal tes yang dibuat sudah bisa dijalankan dengan sebelumnya diupload ke dalam server lokal atau server internet.

Gambar 6. Hasil konversi soal tes dalam bentuk HTML

Membuat Soal Teka-teki Silang

Pada program Hot Potatoes juga dapat digunakan untuk membuat soal tes dalam bentuk Teka-teki Silang (Cross Words). Dengan menggunakan  model soal teka-teki silang dapat membantu melatih siswa dalam belajar memahami materi pelajaran dengan menghubungkan pertanyaan dengan kata kunci huruf yang merupakan bagian dari jawabannya.

Pada program Hot Potatoes, fitur atau menu yang diakses untuk membuat soal tes dengan bentuk Teka-teki Silang dengan mengakses fitur JCROSS.


Gambar 7. Tampilan Fitur JCross untuk bentuk Teka-teki Silang

 


Gambar 8. Hasil Pembuatan Soal Teka-teki Silang Konversi HTML


SIMPULAN

Pengembangan soal-soal tes dalam evaluasi pembelajaran dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang salah satunya dengan menggunakan aplikasi program komputer Hot Potatoes.

Hot Potaoes sebagai salah aplikasi komputer dapat digunakan untuk mengembangkan evaluasi pembelajaran sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran, sehingga membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah, menarik dan menyenangkan.

Dengan memanfaatkan program Hot Potatoes, dapat dikembangkan soal-soal evaluasi dengan bentuk pilihan ganda, pilihan jamak, jawaban singkat, menjodohkan, teka-teki silang dan sebagainya dapat dihasilkan bentuk soal-soal evaluasi pembelajaran dengan menarik dan inovatif.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hamalik, Oemar, (1989), Teknik Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan, Bandung :

Mandar Maju.

2. Arifin, Zainal, (2011), Evaluasi Pembelajaran : Prinsip-Teknik-Prosedur, Cetakan Ke-3, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

3. Tim ICT SMK N 2 Yogyakarta (2011), Modul : Membuat Kuis dengan Hot Potatoes 6, SMK N 2 Yogyakarta

4. http://arifekaprasetya.files.wordpress.com/2011/07/membuat-kuis-dengan-hot-potatoes-6.pdf

5. http://belajarbagaimanacara.com/teknologi/cara-membuat-soal-interaktif-dengan-hot-potatoes

 

Artikel Lain

PENTINGNYA DATA DAN INFORMASI

Post Views: 6,120   PENTINGNYA DATA DAN INFORMASI   Oleh : Wendhie Prayitno Widyaiswara LPMP …